mercredi, septembre 19, 2007

Fasting

Bulan puasa ini aneh. Koreksi, bulan puasa memang selalu aneh bagiku. Mungkin tahun ini tidak lebih aneh daripada yang sebelum-sebelumnya, tapi tetap saja aneh.

Kenapa? Karena bulan puasa adalah saat di mana berbagai godaan2 yang sama sekali tidak menggoda muncul. Orang makan di depan mata sambil mengajak batal. Lagu-lagu lelucon tentang puasa terdengar di koridor sekolah. Keisengan tanpa alasan yang dilakukan hanya pada umat yang berpuasa. Dan yang membuatnya lebih aneh lagi, sebagian besar didasarkan atas kalimat-kalimat seperti:
"Gue kan baik, dengan gini elo dapet pahala lebih banyak loh,"
"Nggak boleh marah, elo kan puasa.. Nanti lu nggak dapet pahala,"
"Kalo gue godain elo kan gue juga dapet pahala asal lu nggak batal,"
dan semacamnya..

Apa sih pahala itu? Emangnya segitu pentingnya ya sampe dikejar2 banget? Emangnya kita puasa perlu mikirin pahala yang kita dapet? Apakah kita puasa ada maunya, yaitu buat banyak2in pahala?

Gue nggak ngerti pikiran orang2... kalo mau puasa ya puasa aja, nggak usah banyak maunya. Puasa ya puasa aja, berbuat baik ya berbuat baik aja, sekedar karena emang lu pengen. Nggak usah diitungin jamnya ato pahalanya. Nanti juga Tuhan tau sendiri kok siapa yang berhak masuk surga, tanpa kita harus nimbunin pahala dengan sengaja.

Bener nggak?

2 commentaires:

natsu a dit…

Mau masuk surga jg, kalau sendirian, buat apa? Lain halnya kalau ada yang nemenin... =D

(nggak menjawab, dan nggak jelas. I know.)

author0912 a dit…

dulu guru agama gue pernah cerita..

dahulu kala, hiduplah seorang pengelana.. (ah, gue suka sekali mendongeng!)

suatu hari sang pengelana bertemu dengan seseorang yang menghabiskan hidupnya dengan beribadah.. segala ibadah di dalam agamanya ia laksanakan, hidupnya hanya dihabiskan untuk menyembah Tuhannya..

orang itu berkata pada sang pengelana, "bila kau bertemu Tuhan, katakan padanya, aku telah memenuhi segala ibadah, dan hidupku kuhabiskan untuk itu, maka itu mintalah padaNya untuk memasukan aku ke surga."

lalu pengelana itu juga bertemu dengan seseorang yang sepanjang hidupnya melakukan perbuatan dosa. Membunuh, memerkosa, merampok, you name it. Segala macam dosa ia lakukan dan hidupnya ia habiskan untuk itu.

Orang itu berkata pada pengelana, "Hei pengelana! Kalau kau bertemu Tuhan nanti, bilang padaNya masukan aku ke neraka, karena aku menghabiskan hidupku bergelimang dosa!"

Konon, orang yang pertama justru masuk neraka, sementara orang yang kedua dimasukkan ke surga.

(well, konon sih, karena yang cerita juga belom pernah kiat suga dan neraka.ya namanya juga dongeng..)

moral of the story: ya, mungkin yang namanya Tuhan punya standar tersendiri dalam menilai makhluk2 ciptaannya.. Sebagai ciptaannya jangan terlalu sok taulah.. Hehehehe..